Xi Jinping Undang Presiden Korsel Lee Jae Myung ke Beijing
Presiden Xi Jinping secara resmi mengundang Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing. Undangan ini menjadi sinyal kuat bahwa China ingin mempererat hubungan bilateral dengan Korea Selatan di awal tahun 2026, di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan Asia Timur.
Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Xi Jinping dan dikonfirmasi oleh Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung Iac. Menurut rencana, Lee Jae Myung dijadwalkan bertemu dengan Xi Jinping di Beijing pada Senin (5/1/2026). Setelah pertemuan tersebut, Lee akan melanjutkan perjalanan ke Shanghai untuk mengunjungi situs bersejarah pemerintahan sementara Korea Selatan pada masa penjajahan Jepang.
Sinyal Penguatan Hubungan Bilateral
Undangan ini dipandang sebagai langkah strategis China untuk menjaga stabilitas dan kedekatan hubungan dengan Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Beijing–Seoul mengalami pasang surut, dipengaruhi oleh isu keamanan regional, persaingan kekuatan besar, serta kebijakan luar negeri Korea Selatan yang harus menyeimbangkan relasi dengan China dan Amerika Serikat.
Mengutip laporan Al Jazeera, kantor berita Yonhap menyebutkan bahwa pertemuan antara Xi Jinping dan Lee Jae Myung akan membahas berbagai isu strategis. Agenda tersebut mencakup kerja sama ekonomi, investasi rantai pasokan, sektor pariwisata, hingga koordinasi dalam menanggapi kejahatan transnasional yang semakin kompleks.
Bagi China, Korea Selatan merupakan mitra ekonomi penting di Asia Timur. Hubungan dagang kedua negara mencakup sektor teknologi, manufaktur, otomotif, hingga industri semikonduktor. Di tengah tantangan global seperti perlambatan ekonomi dan ketegangan rantai pasokan, Beijing dan Seoul sama-sama berkepentingan menjaga hubungan ekonomi yang stabil dan saling menguntungkan.
Pertemuan Kedua dalam Waktu Singkat
Yang menarik perhatian para pengamat internasional adalah fakta bahwa pertemuan ini akan menjadi pertemuan kedua antara Xi Jinping dan Lee Jae Myung hanya dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Interval waktu yang relatif singkat ini dinilai sebagai indikasi kuat adanya kepentingan strategis yang mendesak.
Para analis menilai China ingin memperkuat komunikasi politik dengan Korea Selatan sebelum Lee Jae Myung melakukan pertemuan dengan pemimpin Jepang. Dalam konteks Asia Timur, hubungan trilateral antara China, Korea Selatan, dan Jepang kerap dipengaruhi oleh isu sejarah, keamanan, dan ekonomi. Dengan mengundang Lee lebih awal, Beijing berupaya memastikan posisinya tetap relevan dan berpengaruh dalam dinamika kawasan.
Isu Semenanjung Korea Jadi Perhatian
Selain isu ekonomi, pertemuan Xi dan Lee juga diperkirakan akan menyinggung situasi di Semenanjung Korea. Korea Selatan berharap China dapat memainkan peran yang lebih konstruktif dalam mendorong stabilitas dan membuka jalan dialog terkait isu Korea Utara.
Sebagai sekutu tradisional Korea Utara, China memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika keamanan kawasan. Seoul berharap Beijing dapat membantu mendorong Pyongyang untuk kembali ke jalur dialog, sekaligus menurunkan ketegangan militer yang berpotensi mengganggu stabilitas Asia Timur.
Lee Jae Myung diperkirakan akan memanfaatkan pertemuan ini untuk menegaskan pentingnya peran China dalam menciptakan terobosan diplomatik. Meski tantangannya tidak mudah, komunikasi langsung di tingkat kepala negara dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Kunjungan ke Shanghai Bernilai Simbolis
Setelah pertemuan di Beijing, agenda Lee Jae Myung berlanjut ke Shanghai. Kota ini memiliki makna historis bagi Korea Selatan karena pernah menjadi lokasi pemerintahan sementara Korea selama 35 tahun masa penjajahan Jepang. Kunjungan tersebut bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga mencerminkan upaya memperkuat ikatan sejarah dan emosional antara kedua negara.
Shanghai juga merupakan pusat ekonomi dan keuangan utama China. Kunjungan Lee ke kota ini diharapkan membuka peluang kerja sama baru, terutama di sektor investasi, teknologi, dan pariwisata. Bagi Korea Selatan, memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku ekonomi di China menjadi bagian penting dari strategi diplomasi ekonomi.
Kepentingan China di Awal 2026
Bagi Xi Jinping, undangan ini sejalan dengan upaya China memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga di tengah perubahan lanskap geopolitik global. Tahun 2026 diperkirakan menjadi periode penting bagi China dalam menjaga stabilitas regional, terutama di Asia Timur yang dipenuhi isu sensitif seperti Taiwan, Laut China Timur, dan Semenanjung Korea.
Dengan mempererat hubungan dengan Korea Selatan, China berharap dapat menciptakan lingkungan kawasan yang lebih stabil dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, hubungan baik dengan Seoul juga dapat membantu Beijing menyeimbangkan pengaruh Amerika Serikat di kawasan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski undangan ini mencerminkan niat baik, hubungan China–Korea Selatan tetap menghadapi sejumlah tantangan. Perbedaan pandangan terkait isu keamanan, aliansi militer, serta persaingan teknologi global masih menjadi faktor yang harus dikelola dengan hati-hati.
Namun, pertemuan tingkat tinggi seperti ini memberikan ruang dialog yang penting. Komunikasi langsung antara Xi Jinping dan Lee Jae Myung diharapkan dapat memperkecil kesalahpahaman dan memperkuat kerja sama pragmatis di bidang-bidang yang saling menguntungkan.
Para pengamat menilai kunjungan Lee ke Beijing dapat menjadi momentum awal bagi babak baru hubungan bilateral di tahun 2026. Jika dimanfaatkan dengan baik, pertemuan ini berpotensi memperkuat stabilitas kawasan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dua kekuatan ekonomi utama Asia Timur.
Undangan Xi Jinping kepada Lee Jae Myung bukan sekadar agenda diplomatik rutin, melainkan cerminan kepentingan strategis kedua negara. Di tengah ketidakpastian global, dialog dan kerja sama menjadi kunci untuk menjaga perdamaian dan keseimbangan kawasan Asia Timur.
Baca Juga : BAI Tetapkan Jajaran Komisaris–Direksi, Darwin Saleh Jadi Dirut
Cek Juga Artikel Dari Platform : mabar

