Basarnas Sulut Sediakan Internet Gratis untuk Korban Banjir
Akses Komunikasi Jadi Kebutuhan Mendesak Pascabencana
Pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada pangan, air bersih, dan tempat tinggal sementara. Akses komunikasi juga menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang ingin mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga dan kerabat di luar daerah.
Menjawab kebutuhan tersebut, Basarnas Sulawesi Utara mengambil langkah inovatif dengan menyediakan layanan internet gratis bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Laghaeng.
Internet Gratis Berbasis Satelit Starlink
Layanan internet gratis ini disalurkan melalui perangkat satelit Starlink. Awalnya, pemasangan jaringan internet tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan Basarnas di wilayah terdampak.
Namun, seiring berjalannya waktu dan melihat kondisi jaringan komunikasi yang lumpuh akibat bencana, Basarnas Sulut memutuskan membuka akses internet tersebut untuk digunakan masyarakat sekitar.
Langkah ini dinilai sangat membantu, mengingat sebagian besar jaringan seluler di wilayah terdampak mengalami gangguan serius pascabanjir bandang.
Lokasi Layanan di Desa Laghaeng
Internet gratis disediakan di Desa Laghaeng, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro). Desa ini termasuk salah satu wilayah yang terdampak cukup parah oleh banjir bandang, sehingga akses komunikasi warga terputus selama beberapa waktu.
Dengan adanya layanan internet berbasis satelit, warga dapat kembali terhubung dengan dunia luar meski infrastruktur komunikasi konvensional belum sepenuhnya pulih.
Membantu Warga Berkomunikasi dengan Keluarga
Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menjelaskan bahwa penyediaan internet gratis ini bertujuan untuk memudahkan warga menyampaikan kondisi terkini kepada keluarga mereka.
“Akses internet gratis tersebut memudahkan warga menginformasikan kondisi terkini kepada keluarga dan kerabat di luar daerah. Ketersediaan akses internet ini ikut membantu masyarakat berkomunikasi,” ujarnya di Manado, seperti dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.
Bagi warga yang kehilangan akses komunikasi selama beberapa hari, kesempatan untuk kembali terhubung menjadi momen yang sangat berarti secara emosional.
Manfaat Ganda untuk Operasi SAR dan Warga
Selain membantu masyarakat, pemasangan Starlink juga memberikan manfaat besar bagi kelancaran operasi SAR. Anggota Basarnas Sulawesi Utara dari divisi komunikasi, Rahmatillah, menuturkan bahwa jaringan internet ini memiliki fungsi ganda.
“Internet ini kami gunakan tidak hanya untuk kebutuhan operasi SAR, tetapi juga untuk membantu masyarakat agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga dan menyampaikan informasi situasi di wilayah terdampak,” jelas Rahmatillah.
Dengan koneksi internet yang stabil, tim SAR dapat mempercepat koordinasi, pengiriman data, dan pelaporan situasi lapangan secara real time.
Antusiasme Masyarakat Terdampak
Kehadiran internet gratis ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Laghaeng. Warga terlihat memanfaatkan jaringan tersebut untuk menghubungi keluarga, mengirim pesan, melakukan panggilan video, hingga mengakses informasi terkait kondisi cuaca dan bantuan.
Bagi sebagian warga, ini menjadi kali pertama mereka dapat kembali berkomunikasi secara lancar sejak bencana melanda. Internet tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sumber penguatan mental di tengah situasi sulit.
Tantangan Komunikasi di Wilayah Kepulauan
Wilayah Kepulauan Sitaro memiliki tantangan geografis tersendiri. Sebagai daerah kepulauan, akses jaringan komunikasi sangat bergantung pada infrastruktur yang rentan terdampak bencana alam seperti banjir bandang, longsor, maupun cuaca ekstrem.
Kondisi ini membuat solusi berbasis satelit menjadi pilihan efektif dalam situasi darurat, karena tidak bergantung pada menara seluler atau kabel darat yang mudah rusak.
Peran Teknologi dalam Penanganan Bencana
Langkah Basarnas Sulut ini menunjukkan semakin pentingnya peran teknologi dalam penanganan bencana. Internet berbasis satelit seperti Starlink memungkinkan komunikasi tetap berjalan di wilayah yang infrastrukturnya lumpuh total.
Dalam konteks kebencanaan, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai penghubung antara korban, tim penyelamat, dan pihak-pihak yang memberikan bantuan.
Harapan Basarnas Sulut
Basarnas Sulut berharap penyediaan internet gratis ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak, baik dari sisi psikologis maupun praktis. Selain itu, langkah ini diharapkan mendukung kelancaran koordinasi antarinstansi dalam penanganan darurat di wilayah Sitaro.
Basarnas juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak dan bergantian, agar semua warga dapat merasakan manfaatnya.
Dukungan untuk Pemulihan Pascabencana
Penyediaan internet gratis ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih luas. Selain pencarian dan pertolongan, pemulihan komunikasi menjadi fondasi penting bagi distribusi bantuan, pendataan korban, dan perencanaan rehabilitasi.
Dengan komunikasi yang kembali terhubung, masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan kebutuhan mereka kepada pihak berwenang maupun lembaga kemanusiaan.
Penutup: Internet sebagai Jembatan Harapan
Di tengah keterbatasan pascabanjir bandang, kehadiran internet gratis dari Basarnas Sulut menjadi jembatan harapan bagi masyarakat Desa Laghaeng dan sekitarnya. Lebih dari sekadar koneksi digital, layanan ini menghadirkan rasa aman, kepastian, dan keterhubungan di saat warga sangat membutuhkannya.
Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal menyelamatkan nyawa, tetapi juga memulihkan komunikasi dan martabat masyarakat terdampak.
Baca Juga : Prabowo Nilai Lima Tahun Bersama Jokowi sebagai Masa Belajar
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritapembangunan

