Inilah Sosok Pemilik Banyan Tree Escape Buahan Bali, Hotel Terbaik Dunia
Banyan Tree Escape Buahan Bali menjadi salah satu hotel paling eksklusif dan banyak diperbincangkan di dunia pariwisata internasional. Berlokasi di kawasan hijau Ubud Utara, hotel ini dikenal dengan konsep no walls, no doors yang menyatu penuh dengan alam. Tak heran jika harga menginapnya bisa mencapai Rp15 juta per malam dan masuk daftar hotel terbaik dunia versi berbagai media global.
Namun, di balik kemewahan dan ketenangan yang ditawarkan, muncul pertanyaan publik: siapa sebenarnya pemilik Banyan Tree Escape Buahan Bali?
Dimiliki Jaringan Properti Global Asal Singapura
Banyan Tree Escape Buahan Bali bukan milik pengusaha lokal, melainkan bagian dari jaringan perhotelan internasional Banyan Group, sebuah perusahaan properti dan perhotelan mewah yang berbasis di Singapura.
Banyan Group dikenal luas sebagai pengelola hotel butik premium, resor eksklusif, dan properti ramah lingkungan yang tersebar di berbagai negara, mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Eropa. Hingga kini, Banyan Group mengelola lebih dari 90 hotel dan sanggraloka mewah di seluruh dunia.
Sosok Pemilik: Ho Kwon Ping
Pemilik dan pendiri Banyan Group adalah Ho Kwon Ping, seorang pengusaha ternama asal Singapura dengan latar belakang yang cukup unik.
Sebelum dikenal sebagai raja properti dan perhotelan, Ho Kwon Ping memulai kariernya sebagai jurnalis ekonomi di media internasional Far Eastern Economic Review yang berbasis di Hong Kong pada tahun 1977.
Pernah Dipenjara karena Tulisan
Dalam perjalanan karier jurnalistiknya, Ho Kwon Ping pernah mengalami masa kelam. Ia sempat ditahan oleh pemerintah Singapura karena tulisannya dinilai membahayakan keamanan nasional pada masa itu. Ia harus menjalani hukuman penjara selama kurang lebih tiga tahun.
Meski demikian, setelah bebas, Ho tetap melanjutkan profesinya sebagai jurnalis selama beberapa tahun sebelum akhirnya mengambil keputusan besar yang mengubah hidupnya.
Beralih ke Dunia Bisnis dan Properti
Setelah meninggalkan dunia jurnalistik, Ho Kwon Ping memutuskan terjun ke dunia bisnis dan bergabung dengan Banyan Group Foundation sebagai ketua. Dari sinilah cikal bakal Banyan Group berkembang menjadi raksasa properti dan perhotelan kelas dunia.
Visi Ho Kwon Ping dikenal kuat pada konsep pariwisata berkelanjutan, kemewahan yang bertanggung jawab, serta pengalaman menginap yang mengedepankan budaya dan alam lokal—konsep yang sangat terasa di Banyan Tree Escape Buahan Bali.
Didukung Sang Istri, Claire Chiang
Dalam membangun Banyan Group, Ho Kwon Ping tidak sendiri. Ia menikah dengan Claire Chiang, seorang pengusaha perempuan yang juga berperan besar dalam kesuksesan perusahaan.
Claire Chiang merupakan salah satu pendiri dan Wakil Presiden Senior Banyan Group. Ia dikenal aktif mendorong praktik bisnis berkelanjutan, pemberdayaan komunitas lokal, serta kepemimpinan perempuan di sektor korporasi global.
Banyan Tree Escape Buahan Bali, Simbol Kemewahan Berkelanjutan
Banyan Tree Escape Buahan Bali menjadi representasi filosofi bisnis Ho Kwon Ping dan Banyan Group. Hotel ini menawarkan:
- Vila tanpa dinding yang menyatu dengan hutan dan sungai
- Privasi tingkat tinggi dengan jumlah unit terbatas
- Pengalaman spiritual, wellness, dan slow living
- Pelayanan ultra-luxury dengan sentuhan budaya Bali
Tak hanya menjadi destinasi favorit wisatawan kelas atas, hotel ini juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Kesimpulan
Banyan Tree Escape Buahan Bali memang berdiri di tanah Bali, tetapi dimiliki oleh jaringan properti global asal Singapura. Di baliknya ada sosok Ho Kwon Ping, mantan jurnalis yang bangkit dari masa sulit hingga sukses membangun imperium perhotelan mewah bersama istrinya, Claire Chiang.
Kisah ini menunjukkan bahwa hotel mewah bukan sekadar soal harga fantastis, tetapi juga tentang visi, filosofi hidup, dan perjalanan panjang sang pemilik dalam membangun sebuah merek kelas dunia.
Baca Juga : Kejagung Hibahkan Dua Kapal Rp3,2 Miliar ke Pemprov Sulut
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : baliutama

