Protes Nasional Anti-ICE Menggema di AS Setelah Penembakan Renee Good
Lebih dari 1.000 aksi protes bertajuk “ICE Out For Good” direncanakan digelar di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini, menyusul aksi massa yang meluas menyusul penembakan fatal terhadap Renee Nicole Good, seorang warga sipil berusia 37 tahun, oleh seorang agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis, Minnesota. Kasus itu memicu kemarahan publik dan protes yang menuntut pertanggungjawaban aparat federal serta perubahan kebijakan penegakan imigrasi yang dirasakan semakin keras.
Insiden yang Memicu Gelombang Protes Nasional
Kematian Good terjadi pada 7 Januari 2026 ketika dia ditembak oleh seorang agen ICE di selatan Minneapolis, hanya beberapa blok dari lokasi tempat George Floyd meninggal dunia pada 2020 — tragedi yang sebelumnya memicu protes besar tentang kekerasan aparat kepolisian. Aksi penembakan ini kemudian menjadi titik balik baru dalam kritik terhadap politik penegakan imigrasi federal di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.
Menurut laporan, Good berada di dalam mobilnya dan mencoba pergi dari lokasi ketika salah satu agen membuka tembakan ke arahnya. Interpretasi kejadian ini berbeda antara pejabat federal, yang menyatakan tembakan itu sebagai tindakan pembelaan diri, dan saksi serta pejabat lokal yang memandangnya sebagai kekerasan tidak beralasan oleh aparat.
Apa Itu “ICE Out For Good”?
Rangkaian aksi protes yang dinamai “ICE Out For Good” ini merupakan koalisi gerakan hak sipil dan organisasi pembela hak imigran yang menghimpun dukungan di tingkat nasional. Aksi ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Minneapolis, Washington D.C., Chicago, dan Portland, tetapi juga direncanakan di ratusan kota kecil dan menengah di seluruh 50 negara bagian.
Kelompok-kelompok pendukung protes termasuk Indivisible, American Civil Liberties Union (ACLU), Voto Latino, MoveOn Civic Action, dan komunitas pengungsi maupun imigran lainnya. Mereka menyerukan agar ICE — badan penegakan imigrasi federal — ditarik dari operasi di komunitas lokal dan dievaluasi secara menyeluruh.
Tuntutan Demonstran
Para demonstran memiliki beberapa tuntutan utama:
- Akuntabilitas penuh atas penembakan Renee Good dan tindakan agen ICE;
- Pengakhiran pengerahan besar-besaran aparat imigrasi bersenjata di lingkungan sipil;
- Perubahan kebijakan penegakan imigrasi nasional, termasuk peninjauan peran dan kewenangan ICE;
- Perlindungan lebih kuat terhadap warga sipil, terutama warga imigran, dari tindakan aparat federal.
Ratusan warga juga berkumpul dalam vigil dan aksi lilin di Washington D.C. dan Seattle untuk mengenang Good serta korban lain yang meninggal di tangan petugas penegakan imigrasi. Aksi ini memperlihatkan luasnya dampak emosional kejadian tersebut pada komunitas di seluruh AS.
Protes di Lapangan: Damai dan Ketegangan
Sebagian besar protes dilaporkan berlangsung secara damai, dengan ribuan orang berkumpul di pusat-pusat kota, membawa spanduk, dan menyuarakan tuntutan mereka. Di Minneapolis sendiri, ribuan demonstran turun ke jalan, menuntut “ICE out” dan keadilan atas kematian Good serta reformasi lebih luas terhadap kebijakan imigrasi dan penegakan hukum federal.
Namun tidak semua aksi berjalan tanpa gesekan. Di Minneapolis, sejumlah demonstran melempar es, salju, dan batu ke arah aparat kepolisian, yang kemudian membubarkan sebagian massa dan menangkap puluhan orang, serta mengeluarkan denda bagi beberapa peserta protes. Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mengimbau agar aksi tetap damai meski ketegangan terus berlangsung.
Dukungan Politik dan Respons Pemerintah
Kasus ini memicu perdebatan tajam antara pejabat lokal dan pemerintah federal. Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Frey sama-sama mengecam tindakan agen ICE, sementara pejabat federal membela penggunaan kekuatan oleh aparat sebagai respons terhadap situasi yang mereka gambarkan sebagai ancaman terhadap keselamatan petugas.
Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat bahkan mencoba memasuki fasilitas ICE untuk melakukan pengawasan langsung, namun mengalami kendala akses, memperkuat kritik terhadap transparansi dan akuntabilitas lembaga tersebut.
Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa kredit publik terhadap ICE semakin menurun, dengan lebih dari separuh responden menyatakan ketidaksetujuan terhadap bagaimana ICE menangani tugasnya, menandakan perubahan opini publik yang signifikan di tengah gelombang protes.
Konflik yang Lebih Luas: Imajinasi Kebijakan Imigrasi AS
Insiden penembakan Good dan gelombang protes “ICE Out For Good” terjadi di tengah penegakan imigrasi besar-besaran yang dilancarkan di beberapa kota, termasuk operasi dengan ribuan petugas federal dalam beberapa pekan terakhir — salah satu yang terbesar dalam sejarah tindakan ICE di AS.
Bagi para pengkritik, pengerahan aparat bersenjata dan tindakan fatal seperti yang menimpa Good mencerminkan pendekatan keras pemerintahan federal terhadap imigrasi, yang dinilai semakin meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini juga memperdalam perdebatan nasional tentang hak sipil, pemerintahan lokal vs federal, dan bagaimana memadukan keamanan dengan perlindungan hak asasi manusia di negara yang multikultural seperti AS.
Dampak Jangka Panjang Aksi Protes
Lebih dari sekadar unjuk rasa sesaat, gelombang protes ini dianggap oleh analis sebagai tanda tumbuhnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan migrasi nasional, sekaligus bentuk tekanan kuat terhadap pembuat kebijakan untuk melakukan reformasi struktural. Jika momentum ini berlanjut, protes “ICE Out For Good” bisa menandai perubahan signifikan dalam arah pemerintahan AS di masa mendatang.
Baca Juga : Anggaran TKD Aceh Dipastikan Aman dari Efisiensi
Cek Juga Artikel Dari Platform : ketapangnews

