Proyek Kereta Cepat Utara–Selatan Vietnam Terus Jalan
Informasi Terbaru Proyek Kereta Api Cepat Utara–Selatan Vietnam Usai Vingroup Menarik Diri
Proyek kereta api cepat Utara–Selatan Vietnam kembali menjadi sorotan publik setelah Vingroup Corporation secara resmi menarik pendaftaran investasinya. Keputusan tersebut memicu pertanyaan luas mengenai masa depan proyek infrastruktur raksasa yang digadang-gadang menjadi tulang punggung transportasi nasional Vietnam. Namun, pemerintah Vietnam menegaskan bahwa proyek strategis ini tetap berjalan sesuai rencana dan tidak bergantung pada satu investor tertentu.
Melalui dokumen resmi terbaru, Kementerian Konstruksi Vietnam menyampaikan tanggapan atas petisi masyarakat Provinsi Ninh Binh yang meminta kejelasan informasi serta percepatan penyerahan patok batas lahan proyek. Pemerintah menilai transparansi dan kesiapan daerah menjadi kunci agar proyek berskala nasional ini dapat berjalan lancar dan terkoordinasi.
Proyek Strategis Nasional yang Telah Disetujui Parlemen
Kementerian Konstruksi menegaskan bahwa proyek kereta api cepat Utara–Selatan telah memperoleh persetujuan investasi dari Majelis Nasional Vietnam pada November 2024. Persetujuan ini menjadikan proyek tersebut sebagai program prioritas nasional yang dilindungi oleh kebijakan dan regulasi khusus.
Berdasarkan persetujuan tersebut, pemerintah Vietnam telah mengeluarkan resolusi pelaksanaan proyek. Artinya, meskipun terdapat perubahan atau penyesuaian pada sisi investor, fondasi hukum dan politik proyek tetap kokoh. Proyek ini dirancang untuk menghubungkan kawasan utara dan selatan Vietnam secara efisien, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah.
Nilai Investasi Fantastis dan Skala Proyek
Proyek kereta api cepat Utara–Selatan Vietnam diperkirakan membutuhkan total investasi sekitar 1,7 juta miliar VND, setara dengan 67 miliar dolar AS. Angka ini menjadikannya salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Vietnam.
Skala proyek yang masif mencakup pembangunan jalur rel kecepatan tinggi, stasiun-stasiun utama, depo, sistem persinyalan modern, serta integrasi dengan jaringan transportasi eksisting. Pemerintah menyadari bahwa proyek sebesar ini memerlukan perencanaan matang, koordinasi lintas sektor, serta dukungan jangka panjang dari pusat dan daerah.
Progres Lapangan dan Kesiapan Daerah
Hingga saat ini, Kementerian Konstruksi mencatat bahwa 12 dari 15 wilayah yang dilintasi jalur kereta cepat telah memulai pembangunan kawasan relokasi sejak 19 Agustus. Langkah ini menjadi bagian penting dari tahapan awal proyek, terutama dalam proses pembebasan lahan dan penataan permukiman terdampak.
Pemerintah daerah didorong untuk bersikap proaktif dalam mengelola sumber daya lahan, mempersiapkan lokasi relokasi, serta memastikan hak-hak masyarakat tetap terlindungi. Dengan keterlibatan aktif daerah, proyek diharapkan tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga minim konflik sosial.
Peran EVN dan Penyesuaian Infrastruktur Listrik
Selain pemerintah daerah, Electricity of Vietnam (EVN) juga memainkan peran krusial. EVN telah menginstruksikan 15 perusahaan listrik lokal serta empat perusahaan transmisi listrik regional untuk meninjau titik-titik persimpangan antara jaringan listrik dan jalur kereta cepat.
Langkah ini bertujuan menyusun rencana awal relokasi infrastruktur listrik yang terdampak proyek. Penyesuaian jaringan listrik menjadi aspek vital agar pembangunan kereta cepat tidak mengganggu pasokan energi nasional dan tetap menjamin keselamatan operasional di masa depan.
Tahapan Teknis dan Konsultan Proyek
Di sisi teknis, Badan Manajemen Proyek Perkeretaapian saat ini tengah memilih konsultan untuk berbagai paket penting. Paket tersebut mencakup manajemen proyek, pembersihan bom dan amunisi sisa perang, hingga penyusunan penilaian dampak lingkungan.
Pemilihan konsultan ini menjadi fondasi bagi penyusunan laporan studi kelayakan. Dari laporan tersebut, akan ditetapkan secara rinci rencana rute, lokasi stasiun, dan area depo. Setelah keputusan teknis diambil oleh otoritas berwenang, investor akan menyiapkan dokumen batas pembebasan lahan dan menyerahkan patok resmi kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan hukum.
Mekanisme Khusus dari Pemerintah dan Parlemen
Pemerintah Vietnam juga telah mengajukan mekanisme tambahan dan kebijakan khusus kepada Majelis Nasional dalam sidang ke-10, yang kemudian disetujui. Salah satu poin penting adalah diperbolehkannya pemisahan kompensasi, dukungan, dan relokasi menjadi proyek-proyek independen.
Pendanaan untuk proyek-proyek tersebut dapat bersumber dari anggaran pusat maupun daerah. Pemerintah daerah dan instansi terkait diberikan kewenangan untuk menyiapkan, memutuskan investasi, dan melaksanakan proyek relokasi tanpa harus menunggu kebijakan investasi baru. Mekanisme ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan mempercepat proses di lapangan.
Kementerian Konstruksi menyatakan bahwa setelah Resolusi Majelis Nasional resmi diterbitkan, pemerintah akan mengeluarkan pedoman implementasi rinci pada Januari 2026.
Penarikan Vingroup dan Dampaknya
Di tengah proses tersebut, Vingroup secara resmi menyerahkan dokumen kepada pemerintah untuk menarik pendaftaran investasinya dari proyek kereta api cepat Utara–Selatan. Alasannya, Vingroup ingin memfokuskan sumber daya pada proyek infrastruktur dan energi utama lainnya.
Meski keputusan ini menarik perhatian publik, pemerintah menegaskan bahwa penarikan Vingroup tidak menghentikan proyek. Proyek kereta cepat tetap berada di bawah kendali negara dengan skema pembiayaan dan pelaksanaan yang fleksibel, termasuk peluang keterlibatan investor lain di masa depan.
Komitmen Pemerintah Vietnam
Perdana Menteri Vietnam, selaku Ketua Komite Pengarah proyek-proyek kereta api nasional utama, secara rutin menggelar rapat untuk memantau kemajuan dan menyelesaikan hambatan yang muncul. Pendekatan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.
Kereta api cepat Utara–Selatan tidak hanya dipandang sebagai proyek transportasi, tetapi juga sebagai simbol transformasi ekonomi, konektivitas nasional, dan daya saing Vietnam di kawasan Asia Tenggara.
Penutup
Meski Vingroup menarik diri, proyek kereta api cepat Utara–Selatan Vietnam tetap melaju dengan dukungan penuh pemerintah dan payung hukum yang kuat. Dengan nilai investasi besar, mekanisme khusus dari parlemen, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah dan BUMN seperti EVN, proyek ini diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung infrastruktur Vietnam di masa depan.
Ke depan, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan perlindungan kepentingan masyarakat.
Baca Juga : Kemlu RI Pantau Eskalasi Ketegangan Terbaru di Yaman
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : dapurkuliner

