Suriah Ambil Alih Aleppo Timur Usai SDF Mundur
kabarsantai.web.id Situasi keamanan di wilayah Aleppo kembali mengalami perubahan signifikan setelah pasukan pemerintah Suriah mengambil alih sejumlah kawasan strategis yang sebelumnya dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah atau SDF. Pergerakan militer ini ditandai dengan patroli kendaraan tempur bersenjata lengkap yang terlihat memasuki jalur utama menuju Dayr Hafir, wilayah timur Aleppo yang selama bertahun-tahun menjadi titik sensitif konflik.
Pengambilalihan tersebut terjadi setelah SDF yang dipimpin kelompok Kurdi menarik pasukannya dari sejumlah desa di sebelah barat Sungai Eufrat. Penarikan itu dilakukan menyusul permintaan langsung dari militer Suriah agar pasukan SDF memindahkan kekuatannya ke sisi sungai yang berlawanan guna menghindari benturan bersenjata.
Langkah ini menjadi salah satu pergeseran kekuasaan terpenting di wilayah Aleppo dalam beberapa waktu terakhir. Kehadiran tentara pemerintah dengan kendaraan militer berat memperlihatkan bahwa Damaskus kini berupaya menegaskan kembali kontrolnya atas daerah-daerah yang sebelumnya berada di luar kendali penuh negara.
Pasukan Suriah Kuasai Deir Hafer dan Sekitarnya
Menurut pernyataan resmi militer, pasukan Suriah kini telah menguasai kota utama Deir Hafer beserta sejumlah desa di sekitarnya. Wilayah tersebut diketahui mayoritas dihuni oleh komunitas Arab dan selama ini berada di bawah pengaruh SDF sejak konflik berkepanjangan melanda Suriah.
Masuknya tentara pemerintah dilakukan secara bertahap dengan pengamanan ketat. Konvoi kendaraan lapis baja tampak berpatroli di jalan-jalan utama, sementara pos pemeriksaan mulai didirikan untuk mengontrol pergerakan warga dan memastikan stabilitas wilayah.
Pihak militer menyebut proses pengambilalihan berlangsung relatif terkendali dan tidak disertai pertempuran besar. Hal ini dimungkinkan karena SDF memilih mundur secara terkoordinasi, sehingga bentrokan langsung dapat dihindari.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi untuk menurunkan eskalasi konflik di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan perebutan pengaruh.
Koridor Kemanusiaan dan Arus Pengungsian
Seiring pergerakan pasukan, tentara Suriah juga membuka koridor kemanusiaan bagi warga sipil yang ingin meninggalkan wilayah konflik. Jalur ini disiapkan untuk memfasilitasi evakuasi penduduk menuju daerah yang dianggap lebih aman.
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan warga dilaporkan telah keluar dari area Deir Hafer. Banyak keluarga membawa barang seadanya, khawatir terhadap potensi bentrokan lanjutan meski situasi relatif tenang.
Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan bahwa langkah evakuasi dilakukan semata-mata untuk melindungi keselamatan warga sipil. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak berada di zona operasi militer sampai situasi benar-benar stabil.
Meski demikian, tidak semua warga memilih pergi. Sebagian penduduk justru tetap bertahan dan menyambut kehadiran pasukan pemerintah dengan harapan situasi keamanan bisa kembali normal setelah bertahun-tahun diliputi ketidakpastian.
Warga Sambut dengan Harapan Baru
Di tengah ketegangan, sejumlah warga menyampaikan rasa lega atas perubahan situasi tersebut. Mereka berharap pengambilalihan wilayah oleh tentara pemerintah dapat mengakhiri ketakutan yang selama ini membayangi kehidupan sehari-hari.
Salah seorang warga, Hussein al-Khalaf, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah terlalu lelah dengan konflik berkepanjangan. Menurutnya, yang terpenting bukan siapa yang berkuasa, melainkan berakhirnya kekerasan.
Ia menyebut bahwa rakyat Suriah telah kehilangan terlalu banyak, mulai dari keluarga, rumah, hingga masa depan. Karena itu, setiap perubahan yang mampu mengurangi pertumpahan darah disambut dengan penuh harap.
Pernyataan tersebut mencerminkan kelelahan kolektif warga sipil yang selama bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang perang dan ketidakpastian politik.
Posisi SDF dan Dinamika Politik
Penarikan pasukan SDF dari wilayah Aleppo timur menandai perubahan signifikan dalam dinamika kekuatan di Suriah utara. Selama ini, kelompok tersebut menjadi salah satu aktor utama yang menguasai wilayah luas dengan dukungan internasional dalam perang melawan kelompok ekstrem.
Namun, tekanan geopolitik, perubahan aliansi, serta kepentingan keamanan regional membuat posisi SDF semakin kompleks. Mundurnya mereka dari wilayah barat Sungai Eufrat dipandang sebagai langkah taktis untuk menghindari konflik terbuka dengan tentara pemerintah Suriah.
Meski tidak ada pernyataan resmi mengenai kesepakatan politik jangka panjang, situasi ini menunjukkan adanya koordinasi lapangan demi menjaga stabilitas sementara.
Para pengamat menilai langkah ini dapat membuka babak baru dalam upaya pemerintah Suriah memperluas kembali kendali teritorialnya setelah bertahun-tahun kehilangan wilayah.
Tantangan Pasca Pengambilalihan
Meski wilayah kini berada di bawah kendali militer Suriah, tantangan besar masih menanti. Pemulihan keamanan, layanan publik, serta kepercayaan masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Infrastruktur di kawasan Deir Hafer dan sekitarnya dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat konflik panjang. Fasilitas air, listrik, dan kesehatan membutuhkan perhatian segera agar warga dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Selain itu, rekonsiliasi sosial menjadi isu penting. Perbedaan etnis dan politik yang selama ini membelah wilayah tersebut berpotensi memicu ketegangan baru jika tidak dikelola secara hati-hati.
Pemerintah Suriah menyatakan akan menempatkan pasukan secara permanen di wilayah yang baru dikuasai guna menjaga keamanan dan mencegah kekacauan.
Harapan Stabilitas di Aleppo Timur
Pengambilalihan wilayah Aleppo timur oleh tentara Suriah menjadi salah satu perkembangan paling menentukan dalam konflik yang masih berlangsung. Meski belum menandai berakhirnya ketegangan sepenuhnya, langkah ini membawa harapan akan stabilitas yang lebih besar.
Bagi warga sipil, kedamaian menjadi hal paling utama setelah bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian. Banyak yang berharap wilayah ini tidak lagi menjadi arena perebutan kekuasaan, melainkan ruang untuk membangun kembali kehidupan yang sempat hancur.
Ke depan, perhatian dunia internasional tertuju pada bagaimana pemerintah Suriah mengelola wilayah tersebut, menjaga keamanan, serta memastikan hak-hak warga tetap terlindungi.
Situasi di Aleppo timur kini memasuki fase baru, sebuah babak yang akan menentukan apakah wilayah tersebut dapat benar-benar keluar dari bayang-bayang konflik berkepanjangan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jalanjalan-indonesia.com
