KPK Gelar Aksi Sosial di Hari Bakti ke-23
Peringatan Hari Bakti ke-23 KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingati Hari Bakti ke-23 dengan menggelar berbagai aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan lembaga antirasuah selama lebih dari dua dekade, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan pengabdian sosial.
Mengusung tema “Perkuat Sinergi, Siap Bertransformasi”, KPK menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung.
Sunatan Massal Jadi Agenda Tahunan
Salah satu kegiatan utama dalam peringatan Hari Bakti ke-23 adalah sunatan massal. Sebanyak 37 anak mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari anak-anak pegawai KPK serta warga yang tinggal di sekitar lingkungan kantor KPK.
Kegiatan sunatan massal ini telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun. Selain membantu masyarakat secara langsung, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian lembaga terhadap kesehatan anak-anak serta mempererat hubungan antara KPK dan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan sunatan massal berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para orang tua peserta. Mereka mengapresiasi konsistensi KPK dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang bermanfaat.
Donasi Sosial untuk Korban Bencana
Selain sunatan massal, KPK juga menyalurkan donasi kemanusiaan yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Donasi tersebut diserahkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Bantuan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak bencana, terutama mereka yang masih berada dalam kondisi darurat akibat banjir, longsor, dan bencana alam lainnya.
Penegasan Ketua KPK
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa rangkaian aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen KPK untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
“Ada kegiatan sunatan juga terhadap anak-anak baik itu anak-anak pegawai maupun juga masyarakat yang ada di sekitar sini. Kemudian tadi kami memberikan donasi yang diteruskan kepada Baznas yang sudah diterima oleh Prof. Dr. K. H. Nur untuk selanjutnya nanti akan diserahkan kepada saudara kita yang tertimpa bencana atau musibah di Pulau Sumatra,” ujar Setyo Budiyanto.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KPK tidak hanya berfokus pada tugas penindakan korupsi, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan.
Sinergi dengan Baznas
Penyaluran donasi melalui Baznas dipilih sebagai bentuk sinergi antara lembaga negara dan lembaga pengelola zakat. Dengan jaringan dan pengalaman Baznas dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, donasi yang diberikan KPK diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sinergi ini sejalan dengan tema Hari Bakti ke-23, yakni memperkuat kolaborasi lintas lembaga demi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Makna Hari Bakti bagi KPK
Hari Bakti KPK menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan lembaga sejak berdiri hingga kini. Selama 23 tahun, KPK telah menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Namun, peringatan ini juga dimaknai sebagai kesempatan untuk meneguhkan kembali nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial sebagai fondasi kerja KPK ke depan.
Transformasi Lembaga yang Humanis
Tema “Siap Bertransformasi” mencerminkan kesiapan KPK untuk terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Transformasi tidak hanya dilakukan dalam aspek kelembagaan dan teknologi, tetapi juga dalam pendekatan humanis kepada masyarakat.
Melalui kegiatan sosial seperti sunatan massal dan donasi kemanusiaan, KPK ingin menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi berjalan seiring dengan upaya membangun empati dan solidaritas sosial.
Respons Positif dari Masyarakat
Aksi sosial yang digelar KPK mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai kegiatan ini membantu meringankan beban mereka, sekaligus memperkuat citra KPK sebagai lembaga negara yang dekat dengan rakyat.
Bagi peserta sunatan massal, kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis, tetapi juga pengalaman yang berkesan bagi anak-anak dan keluarganya.
Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Bangsa
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari bencana alam hingga persoalan ekonomi, peran lembaga negara dalam aksi sosial menjadi semakin penting. KPK melalui Hari Bakti ke-23 menunjukkan bahwa lembaga penegak hukum juga dapat berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga negara lainnya untuk terus mengedepankan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.
Penutup: Pengabdian untuk Negeri
Peringatan Hari Bakti ke-23 KPK menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Dengan menggelar sunatan massal dan menyalurkan donasi kemanusiaan, KPK menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia.
Melalui semangat sinergi dan transformasi, KPK berharap dapat terus melangkah sebagai lembaga yang tegas dalam pemberantasan korupsi, sekaligus humanis dalam pengabdian sosial.
Baca Juga : Arsenal Lebih Dijagokan Hadapi Liverpool di Emirates
Cek Juga Artikel Dari Platform : museros

