Pasca OTT KPK, Kantor Bupati Pati Terpantau Lengang
Pasca OTT KPK, Kantor Bupati Pati Terpantau Lengang
Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), suasana Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, terpantau lengang. Aktivitas pemerintahan tampak berjalan lebih sunyi dari biasanya, meskipun layanan publik diklaim tetap beroperasi.
Pantauan di kawasan pendopo kabupaten menunjukkan minimnya aktivitas. Area yang biasanya menjadi pusat kegiatan pemerintahan terlihat sepi, dengan hanya beberapa pegawai yang lalu-lalang. Kendati demikian, kendaraan dinas Bupati Pati masih terlihat terparkir di halaman depan pendopo.
Situasi ini menjadi sorotan masyarakat setelah Bupati Pati Sudewo diamankan KPK dalam operasi senyap yang berlangsung di wilayah Pati dan sekitarnya.
Aktivitas Pemerintahan Tetap Berjalan
Meski suasana kantor tampak lengang, pihak pemerintah daerah menyatakan roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa aparatur sipil negara masih terlihat menjalankan tugas di masing-masing unit kerja.
Pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati diklaim tidak mengalami gangguan berarti. Sejumlah kantor dinas tetap membuka layanan administratif kepada masyarakat.
Namun, atmosfer berbeda jelas terasa dibanding hari-hari normal, terutama di area pendopo yang menjadi simbol pemerintahan daerah.
Sejumlah Pejabat Diperiksa KPK
Dalam rangkaian OTT tersebut, KPK tidak hanya mengamankan kepala daerah, tetapi juga memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Informasi yang beredar menyebutkan, penyidik KPK memeriksa lima kepala desa dan empat camat. Pemeriksaan dilakukan secara terpisah untuk mendalami dugaan praktik suap terkait pengisian perangkat daerah.
Langkah ini menunjukkan bahwa operasi yang dilakukan KPK tidak bersifat individual, melainkan menyasar dugaan praktik sistemik dalam pemerintahan daerah.
Kadis PMD Kembali Masuk Kantor
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pati, Tri Haryama, terlihat kembali masuk kantor usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.
Tri menjelaskan bahwa dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proses pengisian perangkat desa. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat regulasi resmi mengenai pengisian perangkat untuk tahun anggaran mendatang.
Menurutnya, pemanggilan oleh penyidik bersifat klarifikasi dan dilakukan di tingkat kepolisian wilayah setempat sebelum penyidik membawa sejumlah pihak ke Jakarta.
Fokus Pemeriksaan pada Dugaan Suap
Dalam keterangannya, Tri Haryama mengaku tidak mengetahui siapa saja pihak yang akhirnya dibawa ke Jakarta bersama Bupati Pati. Ia menyebut pemeriksaan berlangsung terbatas pada aspek administrasi dan kebijakan.
Namun, KPK diduga tengah mendalami aliran dana serta mekanisme pengurusan jabatan di tingkat desa dan kecamatan.
Kasus ini memunculkan dugaan adanya praktik suap dalam proses pengisian perangkat daerah, yang selama ini menjadi salah satu sektor rawan penyimpangan di pemerintahan daerah.
Bupati Pati Tiba di Gedung KPK
Bupati Pati Sudewo diketahui tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada pagi hari bersama sejumlah pihak lain yang turut diamankan.
Saat tiba, Sudewo tampak enggan memberikan pernyataan kepada awak media. Ia langsung digiring petugas menuju lantai dua gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Pengawalan ketat terlihat sejak kedatangan hingga proses masuk ke ruang pemeriksaan. Sikap tertutup yang ditunjukkan Sudewo menambah perhatian publik terhadap kasus ini.
Pemeriksaan Intensif 1×24 Jam
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT.
Dalam rentang waktu tersebut, penyidik akan mendalami peran masing-masing pihak, termasuk kemungkinan adanya pemberi dan penerima suap.
Penentuan status saksi atau tersangka menjadi tahap krusial dalam proses hukum yang kini tengah berjalan.
Menanti Pengumuman Resmi KPK
KPK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil OTT di Kabupaten Pati. Publik menantikan kejelasan mengenai konstruksi perkara, nilai dugaan suap, serta pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.
Pengumuman resmi ini menjadi momen penting guna memastikan transparansi proses penegakan hukum serta memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
Hingga saat ini, KPK masih menutup rapat detail kasus dengan alasan proses penyidikan masih berlangsung.
Dampak Psikologis di Lingkungan Pemkab
OTT terhadap kepala daerah membawa dampak psikologis yang cukup terasa di lingkungan pemerintahan. Sejumlah pegawai terlihat lebih berhati-hati dan memilih fokus pada pekerjaan rutin.
Situasi lengang di kantor bupati mencerminkan kondisi transisi pemerintahan yang tengah menunggu kejelasan status pimpinan daerah.
Meski demikian, pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang berjalan.
Sorotan Publik dan Harapan Transparansi
Kasus OTT ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan transparan, adil, dan tanpa intervensi. Penindakan tegas terhadap praktik suap dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Banyak pihak juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengisian perangkat daerah agar lebih transparan dan bebas dari kepentingan pribadi.
Penutup
Pasca OTT KPK, suasana Kantor Bupati Pati yang tampak lengang menjadi gambaran nyata dampak operasi penegakan hukum terhadap pemerintahan daerah.
Meski aktivitas pemerintahan diklaim tetap berjalan, publik kini menanti kejelasan status hukum para pihak yang terlibat.
Kasus ini menjadi ujian penting bagi komitmen pemberantasan korupsi sekaligus momentum pembenahan tata kelola pemerintahan daerah agar lebih bersih dan akuntabel.
Baca Juga : HUT ke-63 Bank Jambi, Gelar Bank Jambi Run 10K
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

