Sungai Ogan Meluap, 15 Desa OKU Terendam
Banjir Meluas Akibat Curah Hujan Tinggi
Banjir melanda wilayah Ogan Komering Ulu setelah Sungai Ogan meluap akibat curah hujan tinggi. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam dan langsung berdampak pada sejumlah desa.
Akibatnya, genangan air meluas dengan cepat ke berbagai wilayah pemukiman warga.
Jumlah Wilayah Terdampak Bertambah
Jika sebelumnya banjir hanya melanda delapan desa, kini jumlahnya meningkat menjadi 15 desa dan kelurahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa intensitas banjir semakin meluas.
Selain itu, wilayah terdampak tersebar di lima kecamatan berbeda.
Ribuan Warga Terdampak
Berdasarkan data dari BPBD OKU, sebanyak 1.206 rumah warga terendam banjir. Sementara itu, jumlah warga terdampak mencapai 5.011 jiwa.
Namun demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Ketinggian Air Bervariasi
Ketinggian air di wilayah terdampak berkisar antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama di daerah dengan genangan tinggi.
Oleh karena itu, sebagian warga harus beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Wilayah yang Terdampak
Sejumlah desa dan kelurahan yang terdampak antara lain Terusan, Tanjung Baru, hingga Tanjung Agung. Sebaran banjir ini mencakup area pemukiman yang cukup luas.
Dengan demikian, penanganan membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak.
Banjir Susulan Jadi Perhatian
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menyebutkan bahwa banjir ini merupakan kejadian susulan. Sebelumnya, banjir juga terjadi beberapa hari sebelumnya dengan dampak yang lebih kecil.
Hal ini menandakan potensi banjir masih tinggi di wilayah tersebut.
Upaya Penanganan Bencana
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pendataan dan penanganan. Langkah ini penting untuk memastikan bantuan dapat disalurkan dengan tepat.
Selain itu, koordinasi antarinstansi juga ditingkatkan.
Imbauan untuk Warga
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lanjutan. Terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, kewaspadaan harus ditingkatkan.
Pada akhirnya, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.
Baca Juga : Majelis Sholawat Tangga Seribu: Wadah Spiritual Gen Z
Cek Juga Artikel Dari Platform : seputardigital

