Bulog Kembali Serap Gabah Petani Rias, Kabar Baik dari Gubernur
Kabar bahagia datang bagi para petani sawah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan bahwa Perum Bulog kembali membuka pembelian gabah kering panen (GKP) hasil produksi petani setempat, setelah sebelumnya sempat dihentikan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, Erwin Krisnawinata, yang hadir mewakili Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani dalam pertemuan bersama perwakilan petani padi Desa Rias dan Sekretaris Desa Muhammad Yunus di Balai Desa Rias.
Penugasan Resmi dari Pusat
Erwin menjelaskan bahwa dibukanya kembali penyerapan gabah oleh Bulog tidak lepas dari terbitnya surat penugasan resmi dari Kepala Badan Pangan Nasional terkait pengadaan gabah dan beras semester kedua.
“Per tanggal 22 September 2025 telah diterbitkan surat penugasan dari Kepala Badan Pangan Nasional mengenai pengadaan gabah beras semester kedua,” ujar Erwin di hadapan para petani.
Surat penugasan tersebut menjadi dasar hukum bagi Bulog untuk kembali melakukan pembelian gabah petani, khususnya di Desa Rias yang sebelumnya terdampak kebijakan penghentian penyerapan.
Respons Cepat Gubernur Babel
Menurut Erwin, terbitnya kembali penugasan tersebut merupakan hasil dari respons cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan Gubernur Hidayat Arsani dengan pemerintah pusat. Langkah ini diambil setelah adanya keluhan dan kesulitan yang dihadapi petani Desa Rias akibat penghentian penyerapan gabah oleh Bulog Cabang Bangka.
“Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan pusat, dikeluarkan surat perintah itu. Secara prinsip, Perum Bulog sudah bisa kembali melakukan penyerapan gabah di tingkat petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah,” jelas Erwin.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan petani sekaligus menjaga stabilitas pendapatan mereka, terutama di masa panen.
Bulog Pastikan Penyerapan Sesuai HPP
Untuk memberikan kepastian langsung kepada para petani, Erwin juga menghubungi Kepala Bulog Cabang Bangka, Akhmad Fahmi Yasin, melalui sambungan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, pihak Bulog menegaskan komitmennya untuk kembali menyerap gabah petani Desa Rias.
Bulog Cabang Bangka menyatakan bahwa penyerapan gabah dilakukan berdasarkan surat perintah Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 257/TS.03.03/K/9/2025.
“Secara prinsip sudah bisa dilakukan penyerapan. Teknisnya sama dengan sebelumnya, dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Nanti petugas kami di lapangan akan melakukan penyerapan langsung di tingkat petani,” ujar Erwin menirukan pernyataan pihak Bulog.
Harapan Baru bagi Petani
Kepastian dibukanya kembali pembelian GKP ini menjadi angin segar bagi petani Desa Rias. Sebelumnya, penghentian penyerapan gabah sempat menimbulkan kekhawatiran akan penumpukan hasil panen dan penurunan harga di tingkat petani.
Dengan kembalinya Bulog menyerap gabah sesuai HPP, petani diharapkan dapat kembali menjual hasil panennya dengan harga yang layak dan stabil. Hal ini sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani serta menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi petani, terutama dalam menjaga kepastian pasar dan harga hasil pertanian. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN pangan seperti Bulog akan terus diperkuat agar kebijakan yang diambil berpihak pada petani.
Bagi masyarakat Desa Rias, keputusan ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan harapan baru agar “kantong ekonomi” petani kembali terisi dan roda pertanian di Bangka Selatan terus berputar dengan lebih pasti dan berkelanjutan.
Baca Juga : Kabar Bahagia Chelsea, Cole Palmer Siap Main 90 Menit
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : olahraga

